Hi again :D
I would like to share one of Suze's stories as I promised from the last post. Hehe.
There was a time when bapa kami suka bawa kami makan diluar, at least once a week mesti ada. And that one night, not particularly different from malam-malam yang lain, something happened. Since kami sudah basar2, my dad pakai kereta van kan, so Suze and I duduk di belakang sekali. Kira beredar-edar nya orang brunei, sama brothers kami; which pair duduk arah those seats.
Almaklum, despite orang tua2 melarang beibun dalam kereta, Suze and I did just that. Beibun2 dari the restaurant. Then, that night, my dad drove arah this one jalan yang tambus dari bandar and it is quite sunyi and ia melintas one government building ani yang kalau ku sabut orang tau hence inda mau pakai that jalan again. So I refrain from disclosing the place. Di subok kali =_= I'm not sure, I'm useless with directions anyway.
Why I particularly remember about this jalan was that, my dad inda pernah pakai this jalan during our other outings. Anddd... it was also at that jalan, si Suze tiba-tiba diam. When it comes to my adik ani, if ia bad mood, I quickly pester her with questions. As I did that night...
"Kenapa ni Suze?" *poking her arm*
"Nada...nada" nya, with a frown, looking out through her side of the window.
"Astaaahhh... what's wrong???" *mua memajal*
She clicked her tongue impatiently at me, "Nada wahhhh... sakit kepala Suzeee" (we don't use kau and aku di rumah.)
So I let it go but began asking again masa di rumah. She wouldn't budge and aku give up saja.
It was only later (like a few years after that) =_= she revealed to me what happened.
Kan ia bagas beibun sama aku tu, looking at my direction. So naturally, ia terlihat kereta di belakang kan tuu. That car, was driving very close to ours. Membuntut-buntuti nya orang ketani. Sampai at one point, our dad macam,
"Mengaapaa ia kereta di belakang aniii"
Maybe because of the car's head lights, si Suze inda nampak the driver awal-awal. But sudah di liat-liatnya... driver seat kereta atu, kosong.
And not surprising enough, sudah masuk highway where the street lights ada... the car was gone.
ps. Kalau kan pakai jalan-jalan sunyi like the one above, bisai-bisai saja.
Assalamualaikum :)
A collection of local ghost stories submitted by Bruneians (mostly)
Tuesday, 20 July 2010
malam jumaat malam keringat. BY ALove
hello,
its me, again.
Ani my second cerita, and it happens last last week, time malam jumaat.
Biasa, malam jumaat ni malam ngechill. Kali, aku ani duduk duduk dapan tv, meliat cerita hantu.
Then, masa pukul11 lalu my dad cakap, 'inda kau tidur? Kana kacau baru tau' lapastu ia ketawa.
Then aku cakap, 'hahaha. Inda cali tu bah'
kali my dad masuk ke bilik. My siblings semua sudah tidur, so do my mom.
So, aku sambung lah liat tv. Then, suddenly aku dangar macam bunyi urang bejalan wah. Salnya aku duduk dakat, like berabisly dakatnya dengan tabuk. Tapi, nasib jua betabir.
Aku ni bangang, nyangku 'eh? Kata babah ia kan dodoi. Penipu eh!'
so, aku inda duli lah ah.
Then, bunyi macam urang mengirit basi. Kamu tau bunyinya kalau kamu mengirit cangkul pat simin? Cematulah bunyinya.
Then aku tediam and aku tarus masuk bilik and tidur buka lampung.
But, aku macam kurang pasti so aku tanya babah, ia ada keluar or inda masa malam, and ia dengan tegas mengatakan INDA.
well,
ill try my best lagi mengupdate.
its me, again.
Ani my second cerita, and it happens last last week, time malam jumaat.
Biasa, malam jumaat ni malam ngechill. Kali, aku ani duduk duduk dapan tv, meliat cerita hantu.
Then, masa pukul11 lalu my dad cakap, 'inda kau tidur? Kana kacau baru tau' lapastu ia ketawa.
Then aku cakap, 'hahaha. Inda cali tu bah'
kali my dad masuk ke bilik. My siblings semua sudah tidur, so do my mom.
So, aku sambung lah liat tv. Then, suddenly aku dangar macam bunyi urang bejalan wah. Salnya aku duduk dakat, like berabisly dakatnya dengan tabuk. Tapi, nasib jua betabir.
Aku ni bangang, nyangku 'eh? Kata babah ia kan dodoi. Penipu eh!'
so, aku inda duli lah ah.
Then, bunyi macam urang mengirit basi. Kamu tau bunyinya kalau kamu mengirit cangkul pat simin? Cematulah bunyinya.
Then aku tediam and aku tarus masuk bilik and tidur buka lampung.
But, aku macam kurang pasti so aku tanya babah, ia ada keluar or inda masa malam, and ia dengan tegas mengatakan INDA.
well,
ill try my best lagi mengupdate.
My mistery tragedy BY ALove
hye, Im trying to tell yah bout what Ive experience masa di school. I cant remember the date, but for sure its in this year.
Cemani ceritanya, time atu aku sama kawanku ani ke jamban time period geography. Dalam empat orang lah kami tu. Kira kira pukul 11.30 pagi catulah. Aku ne masuk jamban juniour block kan, kali aku ne cakap cani arah kawanku 'M, dangani aku eh, karang me takut' kali kawanku ani ketawa. So, aku masuk column yang ujung pasal aingnya paling kuat lah kirakan. Kan selalu pintu ne begarak time kana tiup angin. Kali pintu sebalah ne mcm kana tulak, then mcm tutup blik. Then time pintu atu tutup, bunyinya mcm memulas mulas, biasalah namanya jua mengunci pintukan. aku ne urangnya pemalu sikit. So,aku ne bebisik lah, 'eh, ada urang. Better aku lelaju eh!'
and aku TEKAJUT BERABIS AFTER AKU LIAT THERE'S N0 ONE ELSE IN THE ROOM OTHER THAN ME.
Aku kabak kabak, so aku keluarlah. Bukan pulang ku takut , aku kan tanya kawanku wah, manatau ada urang lelaju keluar dari sana. Then durang ckp 'manada urang. Ngapa?' then aku tekajut so aku just diam. My leg and hand was KEKAJAR BERABISAAAAAN!
Nanti ku sambung cerita ku yang lain ah.
Cemani ceritanya, time atu aku sama kawanku ani ke jamban time period geography. Dalam empat orang lah kami tu. Kira kira pukul 11.30 pagi catulah. Aku ne masuk jamban juniour block kan, kali aku ne cakap cani arah kawanku 'M, dangani aku eh, karang me takut' kali kawanku ani ketawa. So, aku masuk column yang ujung pasal aingnya paling kuat lah kirakan. Kan selalu pintu ne begarak time kana tiup angin. Kali pintu sebalah ne mcm kana tulak, then mcm tutup blik. Then time pintu atu tutup, bunyinya mcm memulas mulas, biasalah namanya jua mengunci pintukan. aku ne urangnya pemalu sikit. So,aku ne bebisik lah, 'eh, ada urang. Better aku lelaju eh!'
and aku TEKAJUT BERABIS AFTER AKU LIAT THERE'S N0 ONE ELSE IN THE ROOM OTHER THAN ME.
Aku kabak kabak, so aku keluarlah. Bukan pulang ku takut , aku kan tanya kawanku wah, manatau ada urang lelaju keluar dari sana. Then durang ckp 'manada urang. Ngapa?' then aku tekajut so aku just diam. My leg and hand was KEKAJAR BERABISAAAAAN!
Nanti ku sambung cerita ku yang lain ah.
Wednesday, 14 July 2010
Jangan layan saja :) BY Brunei Girl
Hello again :)
So, just a short story from my experience.
Since the first night I’ve stayed at the University flat, I always had this thing about waking up at 2 or 3 am in the morning before forcing myself back to sleep. It was frequent in the beginning but seldom occurred when I started to get used to the surroundings.
And in these ‘awakenings’ I would always hear my flatmate si H, bangun masih di bilik sebalah. And it was true, sometimes she’d come back from her work apa at late hours.
A few months passed and the winter holidays came. My flatmates all left the flat and I was the only one in. I wasn’t phased by this, not really. Entah I guess I must be one of the most oblivious people in the world haha. Why? Well, I cleaned up the place a bit since I was the last one to go. And since my flight was early, I had to leave the flat at 4am so I decided to pull an all-nighter. So, I took out the trash (at 1 am) and turun ke bawah. This was when I realised as I was at the top floor, everybody in the building had already ‘balik kampung’ and I was the only one in the building.
To pass the time, I returned to my room sebab ku pikir alang2 liat a movie. I was moving the chair when I heard this familiar voice. Imagine kamu, duduk and someone passed by and whispered something at your direction. Cematu. Why it was familiar, sebab pernah a few months earlier, the same thing happened. My alarm belum go off but I was awake. Before aku buka mata, ada orang bebisik in my face hence why I was wide awake after that. And honestly aku cakap, aku inda give it much thought masa atu. I just thought it was weird.
Kali, in the middle of watching the movie, I heard arah bilik si H. Ada orang buka tutup switch. And at that time, I just thought, ‘Huh, rupanya selama ani bukan si H’. Yes, aku banar-banar inda ‘click’ nya orang.
But nothing else happened. Nya my teacher, kalau kamu kana kacau hantu, jangan takut. Sebab mun ia kacau-kacau kamu and kamu macam nada saja, ia pun buring kan kamu and would just go away. I guess mun ku bawa-bawa rasa atu, something might have happened. Inda pulang ku minta. :|
Anyway, that’s my boring story.
Banyak cerita from Suze though but nanti saja I share.
I’ll share a short one from my auntie saja.
She lives in Lambak Kanan and this neighborhood she lives in was an actual hutan dulu.
Kali, one night, ia ani tiba-tiba ada rasa kan membuang sampah. Tangah malam ah ia kan buang sampah. Kali my other auntie cakap,
“Jangantah Jah, esuk saja”
But my auntie ani memajal jua.
So out she went, mendulur the weird OCD impulse tangah-tangah malammm. So ia jalan to the bin when ia sadar someone else was with her that night. Dakat tampat sampah atu ada bunga-bunga. Ada tia ‘orang’ ani meliat-liat the flowers ani. Yang lainnya, nya my auntie ia macam iski meliat bunga ah.
My auntie macam, “Eh behapa…” den di liat-liatnya, sadar ia bukan manusia. Jadi laju-laju ya masuk rumah balik.
Lesson here, lainkali, mun ada impulse yang inda-inda tangah malam, jangan layan.
Assalamualaikum.
So, just a short story from my experience.
Since the first night I’ve stayed at the University flat, I always had this thing about waking up at 2 or 3 am in the morning before forcing myself back to sleep. It was frequent in the beginning but seldom occurred when I started to get used to the surroundings.
And in these ‘awakenings’ I would always hear my flatmate si H, bangun masih di bilik sebalah. And it was true, sometimes she’d come back from her work apa at late hours.
A few months passed and the winter holidays came. My flatmates all left the flat and I was the only one in. I wasn’t phased by this, not really. Entah I guess I must be one of the most oblivious people in the world haha. Why? Well, I cleaned up the place a bit since I was the last one to go. And since my flight was early, I had to leave the flat at 4am so I decided to pull an all-nighter. So, I took out the trash (at 1 am) and turun ke bawah. This was when I realised as I was at the top floor, everybody in the building had already ‘balik kampung’ and I was the only one in the building.
To pass the time, I returned to my room sebab ku pikir alang2 liat a movie. I was moving the chair when I heard this familiar voice. Imagine kamu, duduk and someone passed by and whispered something at your direction. Cematu. Why it was familiar, sebab pernah a few months earlier, the same thing happened. My alarm belum go off but I was awake. Before aku buka mata, ada orang bebisik in my face hence why I was wide awake after that. And honestly aku cakap, aku inda give it much thought masa atu. I just thought it was weird.
Kali, in the middle of watching the movie, I heard arah bilik si H. Ada orang buka tutup switch. And at that time, I just thought, ‘Huh, rupanya selama ani bukan si H’. Yes, aku banar-banar inda ‘click’ nya orang.
But nothing else happened. Nya my teacher, kalau kamu kana kacau hantu, jangan takut. Sebab mun ia kacau-kacau kamu and kamu macam nada saja, ia pun buring kan kamu and would just go away. I guess mun ku bawa-bawa rasa atu, something might have happened. Inda pulang ku minta. :|
Anyway, that’s my boring story.
Banyak cerita from Suze though but nanti saja I share.
I’ll share a short one from my auntie saja.
She lives in Lambak Kanan and this neighborhood she lives in was an actual hutan dulu.
Kali, one night, ia ani tiba-tiba ada rasa kan membuang sampah. Tangah malam ah ia kan buang sampah. Kali my other auntie cakap,
“Jangantah Jah, esuk saja”
But my auntie ani memajal jua.
So out she went, mendulur the weird OCD impulse tangah-tangah malammm. So ia jalan to the bin when ia sadar someone else was with her that night. Dakat tampat sampah atu ada bunga-bunga. Ada tia ‘orang’ ani meliat-liat the flowers ani. Yang lainnya, nya my auntie ia macam iski meliat bunga ah.
My auntie macam, “Eh behapa…” den di liat-liatnya, sadar ia bukan manusia. Jadi laju-laju ya masuk rumah balik.
Lesson here, lainkali, mun ada impulse yang inda-inda tangah malam, jangan layan.
Assalamualaikum.
Tuesday, 13 July 2010
pengalaman di sekolah. BY shark5
1)bukan aku.
hai assalamualaikum. aku kan ceritakan kamu pasal gimbaran. lurus kah gimbaran kita panggil. im not sure jua. so, ceritanya cemani..
masatu hari khamis pagi, aku baru datang kelas, keakhiran ku hari atu, urang sudah abis assembly di luar kelas. then aku terserempak dgn bestfriendku, ia kan ke tandas, tarus ia tekajut, di tariknya aku.
"sha, baru kau datang kah?"
"awu kenapa?"
"yaan? kau dalam kelas jua tadi sama si baz!"
"apaeh, manada! inda kau liat aku masih pakai beg nee"
ia mcm tekajut lah, then ia masuk ke kelas ceritakan kenapa ia tekajut. katanya, masa pagi-pagi ia baru datang, ia nampak aku duduk tapi tunduk, inda nampak mukaku. ia pikir aku menangis/bad mood, so ia inda mau kacau, ia tinggalkan aku lah seorang di kelas. atu saja.. haha
2)pikirku nada orang?
okay, ini kisah kawanku yang belabih :p durang 2 ani sengaja kan 'stayback' di sekolah time patang. melepak di sekolah lah katakan. then time atu lagi sunyi, mcm nada beorang. durang ani masuk jamban lah kan ngusai tudung apa. then kalau menghadap this ceramin, nampak pintu jamban tangah2. jambannya 3 butings saja. then ia mcm nampak dari ceramin atu, mcm ada urang membuka kain (yknow kan pintu jamban, inda full sampai kebawah) tapi kain atu warna putih wah, kain sekolah kami lain kali ah. then ia ckp arah kawanku seorang ani, 'jir, ada urang lagi kah dijamban ani selain kita?' si jir geleng kepala saja. disebabkan ketidak puasan hati kawanku seorang ani, ia pun perlahan2 menolak pintu jamban yang ia nampak atu. then yknow what.. nada orang wah! kosong.. atu ya durang dua belusiran terais2 keluar. hahaha
hai assalamualaikum. aku kan ceritakan kamu pasal gimbaran. lurus kah gimbaran kita panggil. im not sure jua. so, ceritanya cemani..
masatu hari khamis pagi, aku baru datang kelas, keakhiran ku hari atu, urang sudah abis assembly di luar kelas. then aku terserempak dgn bestfriendku, ia kan ke tandas, tarus ia tekajut, di tariknya aku.
"sha, baru kau datang kah?"
"awu kenapa?"
"yaan? kau dalam kelas jua tadi sama si baz!"
"apaeh, manada! inda kau liat aku masih pakai beg nee"
ia mcm tekajut lah, then ia masuk ke kelas ceritakan kenapa ia tekajut. katanya, masa pagi-pagi ia baru datang, ia nampak aku duduk tapi tunduk, inda nampak mukaku. ia pikir aku menangis/bad mood, so ia inda mau kacau, ia tinggalkan aku lah seorang di kelas. atu saja.. haha
2)pikirku nada orang?
okay, ini kisah kawanku yang belabih :p durang 2 ani sengaja kan 'stayback' di sekolah time patang. melepak di sekolah lah katakan. then time atu lagi sunyi, mcm nada beorang. durang ani masuk jamban lah kan ngusai tudung apa. then kalau menghadap this ceramin, nampak pintu jamban tangah2. jambannya 3 butings saja. then ia mcm nampak dari ceramin atu, mcm ada urang membuka kain (yknow kan pintu jamban, inda full sampai kebawah) tapi kain atu warna putih wah, kain sekolah kami lain kali ah. then ia ckp arah kawanku seorang ani, 'jir, ada urang lagi kah dijamban ani selain kita?' si jir geleng kepala saja. disebabkan ketidak puasan hati kawanku seorang ani, ia pun perlahan2 menolak pintu jamban yang ia nampak atu. then yknow what.. nada orang wah! kosong.. atu ya durang dua belusiran terais2 keluar. hahaha
night and home alone. BY shark5
okay this story is pasal my kawan. masa atu tuesday night lah. she was with her mom saja at the house, around 11pm lah. she was at the dapur, makan with her mom, then ia ani lambat siap makan lah, her mom naik atas sudah. then kerusi sebelahnya yang bakas mamanya duduk, kana tarik keluar and gugur kelantai. ia tekajut lah.. then the sliding window, yang dibawah sink atu terbuka sendiri. tarus ia lari keatas..
yang kedua kalinya, masa hari khamis malam. this time she was homealone. around 10 lah, her parents went oversea, kaka and abangnya kerja..then she was in the livingroom when she heard pinggan mangkuk mcm kana umban-umban..memanglah ia terkajut time atu, ia tarus call her sis suruh balik capat. around 30minutes kali, she heard the bell rang. ia pikir her sis sudah balik, sudah dibuka nya pintu, nada orang bah kelihatan. tapi ia rasa mcm ada orang memerhatikan ia dari jendela rumah yang masih under construction terletak didepan rumahnya. kembang bulu lah katanya, bnyak lagi kelawar tu rumah ah katanya.
yang kedua kalinya, masa hari khamis malam. this time she was homealone. around 10 lah, her parents went oversea, kaka and abangnya kerja..then she was in the livingroom when she heard pinggan mangkuk mcm kana umban-umban..memanglah ia terkajut time atu, ia tarus call her sis suruh balik capat. around 30minutes kali, she heard the bell rang. ia pikir her sis sudah balik, sudah dibuka nya pintu, nada orang bah kelihatan. tapi ia rasa mcm ada orang memerhatikan ia dari jendela rumah yang masih under construction terletak didepan rumahnya. kembang bulu lah katanya, bnyak lagi kelawar tu rumah ah katanya.
granny's house [part 5] BY shark5
still tempat sama. rumah nini. okay, this story happened masa 2000, if inda salah.
one night, or one subuh, kan my aunt and uncle ani pengantin baru lah, kami balah laki. apakan. so my aunt ani kira baru lah di rumah atu..... then dalam kul 2 cematu, she wanted to go to the toilet, located hampir dapur and tangga untuk naik tingkat atas. and when she keluar from tandas, ia bediri kajap dapan pintu melap kaki lah cematu, she turned to her left... and she saw... perempuan berambut panjang dan kusut..mukanya mengerikan, menantang sambil tersenyum meliat aunt ku ani. aunt ku ani kaku tarus wah, inda dapat begarak. tapi nasib jua aunt ku ani bukan penakut berabis (mcm aku) tarus ia baca-baca, dapat tia ia begarak. laju tarus ia bjalan, takut kana bubut. then tarus ya ke biliknya, masuk bilik pun kan roboh pintu (menurut uncleku) hahah. itu saja, thanks fo reading
one night, or one subuh, kan my aunt and uncle ani pengantin baru lah, kami balah laki. apakan. so my aunt ani kira baru lah di rumah atu..... then dalam kul 2 cematu, she wanted to go to the toilet, located hampir dapur and tangga untuk naik tingkat atas. and when she keluar from tandas, ia bediri kajap dapan pintu melap kaki lah cematu, she turned to her left... and she saw... perempuan berambut panjang dan kusut..mukanya mengerikan, menantang sambil tersenyum meliat aunt ku ani. aunt ku ani kaku tarus wah, inda dapat begarak. tapi nasib jua aunt ku ani bukan penakut berabis (mcm aku) tarus ia baca-baca, dapat tia ia begarak. laju tarus ia bjalan, takut kana bubut. then tarus ya ke biliknya, masuk bilik pun kan roboh pintu (menurut uncleku) hahah. itu saja, thanks fo reading
granny's house [part 4] BY shark5
hokay, here we go. the sambungan of part 3. my cousins, 3 guys, tidur arah rumah sebelah (at my granny's house.. durang ani inda tidur lah sampai pagi. then on the same subuh masa my sis tedangar kana katuk atu, durang di sebelah pun banarnya mengalami. my cousins boi, rul and apis sedang balum tidur. si boi main mobile di living room, si rul betelipun arah bilik tangah-tangah berhampiran dapur, and apis meliat tv arah living room jua. inda batah atu si boi, ia ni main game arah hampir jendela bilik tamu yang menghadap ke rumah tuaku and boleh nampak jalan raya jua, ia nampak mcm spotlight kereta kan masuk arah simpang ah, tapi inda nampak the car, only the lights. ia pun bangang lah, di ignorenya saja. then di tolehnya lagi arah pintu entrance rumah my tua, yknow what he saw? lady in white, with long hair, standing infront of the door, depan the 'lady' kuyuk atu menyalak-nyalak. apa lagi belusir si boi arah si apis, diam-diam saja ya. nahh, and then si rul lagi, yang sdg betelipun tadi, ia di kejutkan dngan bunyi ketukan yang kuat di pintu dapur. tekajut ya... takut ia ada apa-apa, di ambilnya kayu baseball ah, sudah ia hampiri pintu atu beranti tia bunyi ah... ia pun macam lain rasa, kambang bulu lah.. and di siring pintu dapur atu ada jendela, yknow jendela kaca yang mudah pacah atu? ahh, ani transparent wah kacanya, he saw something melintas.. perlahan lagi tu... *goosebumps* err, seram ku eh.. ia belusir lah jua arah durang si boi and apis, ketakutan..
thats all.. ada lagi tu my next story :D thanks for reading.
thats all.. ada lagi tu my next story :D thanks for reading.
granny's house [part 3] BY shark5
so this is the 3rd story pasal rumah niniku. happened 3 days lagi my ngangah kan kawin (if u remember my first story) okay, this time aku tidur di bilik tamu tuaku, nda lagi ku tidur arah bilik si A pasal 1) trauma kana kelitik. 2) aircond-nya rusak, aku punya pasal. okay, kami paksa lah angkat tilam ke bilik tamu atu, then kami punya kepala belakangnya sofa, and belakang sofa is the main entrance, pintu besar lah. and yang tidur di bilik tamu atu ada 5 orang saja, me, my lil sis, A, A's lil sis and abang sepupu. kami tidur dalam pukul 11 lalu lah, after that around 3 atu, my lil sis terbangun (yknow my sis yg nampak the tall man, & aku ada 1 sis saja) ia terdangar bunyi the main door mcm kana latik-latik the knob, u know kan some pintu bilik tamu, yg knobnya betakan kebawah.. haaa and the door kana katuk-katuk, kuat! sampai kan roboh wah pintu atu. and btw, my lil sis ani light sleeper lah IF ia tidur di tutong and ia ani jua mudah 'nampak'. then kuyuk tukang kebun my cousin ani bising lah, menyalak saja. and kata my sis kuyuk atu menyalak arah dapan pintu rumah atu wah.. ia takut lah, ia hairan jua kenapa kami inda tedangar nor tebangun, basar kali ah bunyinya atu. then, ia cuba tidur lah, esok paginya ia gtau kami, kami inda percaya.. tapi at last kami percaya when my other cousins told us what happened that night.. i'll tell you guys arah part 4 :D
Monday, 31 May 2010
Granma's house Part 2 BY Iken
Slam to all readers. Lama sudah ku nda menulis k blog ani, last post was on the 12 may 2009..ani its may 2010. Between that time, i think bnyk yg ku alami. Esp yg ganjil n yg membagi kambang bulu..
Now i am the eldest of 3 siblings, the youngest being my sister. The thing is, kami dua ada 'hadiah'. My brother yg sorang ani,somehow immune. We can feel the presence of 'beings' n kami kdg2 dpt meliat jua.. Tapi di antara kami dua, my sister lagi 'sensitive' lah..Here's my story.....It happened between my previous post and this post..
Some of u might remember abt my granma's house, some of u might not. But utk siapa yg nda tau, pls refer to my previous post for a brief description of rumah nenek ku ah. Kami lama sudah nda melawat nini ku d lumut ani, masing2 sibuk dgn kraja n skulah, so masa cuti skulah last semster, aku membawa adiku yg bungsu kira roadtrip lah k blait.. Sambil2 atu singgah k tmpt2 yg jrg d aga mcm tasek merimbun apa. Ndakan ke mall saja memanjang, mau jua tukar selera..
So at some point of the roadtrip, kami pun sampai arh rumah nini. Kira berhat sehari dua dsana lah..plus, kalau stay dsana,grenti masakan nenek ku nyman2, msakan kampung lah. The first night d sana, nothing happened. FYI, kami tdo tmpt bilik tamu tu dluar,tmpt ku dulu tym knk2 tdo..(again,pls refer to my prvious post).. But the SECOND night we spent there, thats when the 'kambang bulu' part happend
After dinner, kami mendgni nenek nyuci2 pinggan n buang sampah apa..after that, me n my sister lepak2 bilik tamu sambil crita2 lah abt our plans for tomorrow. It was getting late, arnd 2 in the morning kali, time kami masih crita2 suddenly my sister ckp
"Bang, tdo th tani, dari tadi prasanku 'IA' mliat n mndgr crita tani ah", with this,aku pun tediam n tarus mliat2 bilik tamu, but nda jua ku nampak.
"Owh,bah tdo tah, abg k dapur skajap kn ambil smoke break" i said
i think dlm stangah jam x ku d dapur, facing d creepy WINDOW, smoking. But the scare does not happen during aku d dapur.. It started when aku keluar dari dapur. Now rumah niniku ani, wen buka saja pintu dapur, directly nampak tu bilik tamu tmpt kami tdo. This is wen i saw 'IA', staring at my sister. 'Ia' ani mcm makai jubah putih tapi mcm menguning wrnanya, rambut nya g kusut..For ur benefit, aku describe cana ia mliat adiku ani..
Kami tdo pakai tilam saja, so ampai2 ja lah arh lntai. Now 'benda' ani, directly bediri dkt kepala my sister, mcm rukuk ah, face to face lah.. Aku tahan2 saja,mcm nda dpt begarak,bckp pun nda.. Dlm 5 minit kah brapa ku catu, mliat benda atu until tiba2 ada bunyi urg mengatuk pintu blakang arh dpur. Aku otomatik lah menulih, tba2 ja dpt begarak.. Laju2 ku arh adiku..
Ku pikir,slama benda atu menyubuk adiku, adiku ani tdo.. Skali udah ku aga,rupanya slama ani ia bgn, kira menantang benda atu balik..
Then ia ckp arh ku "batah jua abg besigup, pyh jua ku kn tdo tu ada 'ia' menyubuk2 ah, mun abg ada,nda ia brani..ish! Bah tdo"
Aku no comment, sal nya aku tau adiku ani mcm mana mun ia tjumpa or tliat brg2 catu.. Mls ia kn brapa melayan.. Cerita pasal adiku ani bnyk plg lagi, but atu utk masa lain lah okie? Till next time readers..
Now i am the eldest of 3 siblings, the youngest being my sister. The thing is, kami dua ada 'hadiah'. My brother yg sorang ani,somehow immune. We can feel the presence of 'beings' n kami kdg2 dpt meliat jua.. Tapi di antara kami dua, my sister lagi 'sensitive' lah..Here's my story.....It happened between my previous post and this post..
Some of u might remember abt my granma's house, some of u might not. But utk siapa yg nda tau, pls refer to my previous post for a brief description of rumah nenek ku ah. Kami lama sudah nda melawat nini ku d lumut ani, masing2 sibuk dgn kraja n skulah, so masa cuti skulah last semster, aku membawa adiku yg bungsu kira roadtrip lah k blait.. Sambil2 atu singgah k tmpt2 yg jrg d aga mcm tasek merimbun apa. Ndakan ke mall saja memanjang, mau jua tukar selera..
So at some point of the roadtrip, kami pun sampai arh rumah nini. Kira berhat sehari dua dsana lah..plus, kalau stay dsana,grenti masakan nenek ku nyman2, msakan kampung lah. The first night d sana, nothing happened. FYI, kami tdo tmpt bilik tamu tu dluar,tmpt ku dulu tym knk2 tdo..(again,pls refer to my prvious post).. But the SECOND night we spent there, thats when the 'kambang bulu' part happend
After dinner, kami mendgni nenek nyuci2 pinggan n buang sampah apa..after that, me n my sister lepak2 bilik tamu sambil crita2 lah abt our plans for tomorrow. It was getting late, arnd 2 in the morning kali, time kami masih crita2 suddenly my sister ckp
"Bang, tdo th tani, dari tadi prasanku 'IA' mliat n mndgr crita tani ah", with this,aku pun tediam n tarus mliat2 bilik tamu, but nda jua ku nampak.
"Owh,bah tdo tah, abg k dapur skajap kn ambil smoke break" i said
i think dlm stangah jam x ku d dapur, facing d creepy WINDOW, smoking. But the scare does not happen during aku d dapur.. It started when aku keluar dari dapur. Now rumah niniku ani, wen buka saja pintu dapur, directly nampak tu bilik tamu tmpt kami tdo. This is wen i saw 'IA', staring at my sister. 'Ia' ani mcm makai jubah putih tapi mcm menguning wrnanya, rambut nya g kusut..For ur benefit, aku describe cana ia mliat adiku ani..
Kami tdo pakai tilam saja, so ampai2 ja lah arh lntai. Now 'benda' ani, directly bediri dkt kepala my sister, mcm rukuk ah, face to face lah.. Aku tahan2 saja,mcm nda dpt begarak,bckp pun nda.. Dlm 5 minit kah brapa ku catu, mliat benda atu until tiba2 ada bunyi urg mengatuk pintu blakang arh dpur. Aku otomatik lah menulih, tba2 ja dpt begarak.. Laju2 ku arh adiku..
Ku pikir,slama benda atu menyubuk adiku, adiku ani tdo.. Skali udah ku aga,rupanya slama ani ia bgn, kira menantang benda atu balik..
Then ia ckp arh ku "batah jua abg besigup, pyh jua ku kn tdo tu ada 'ia' menyubuk2 ah, mun abg ada,nda ia brani..ish! Bah tdo"
Aku no comment, sal nya aku tau adiku ani mcm mana mun ia tjumpa or tliat brg2 catu.. Mls ia kn brapa melayan.. Cerita pasal adiku ani bnyk plg lagi, but atu utk masa lain lah okie? Till next time readers..
She smiles BY Brunei Girl
Assalamualaikum everyone J
I would like to share dengan kamu, two of the many eerie experiences from my adik when she was a few years younger. But before I start, I would like to share with you something Cikgu-cikgu IRK shared with us dulu masa aku form 3 through 5. One of them said that you can only ‘see’ ghosts (or accurately dalam Islam; Djinns) if, 1. You are of the pious i.e. orang-orang alim yang diberi anugerah Tuhan the gift of sight, 2. If you have inherited the djinn i.e. Unbeknownst to you, rupanya nenek moyang kamu memelihara dahulu (jangan offended because it was practiced a lot dahulu because orang inda berapa arif pasal agama) and the other said that 3. The djinss berniat kan meliatkan diri dorang secara senghaja. Wallahualam, all in all, bear in mind, the one who is Most Knowing is Allah SWT.
In the case of my adik, she would fit in the number 3 category.
A few years ago, we lived in this housing di Lambak Kiri (wouldn’t disclose any further if you don’t mind). This place, is really old and small and rumah kami dahulu atu, very very near to a hutan and on top of that, only a stone throws away from a pantai. So dikirakan, it is more susceptible untuk djinss to go ‘out and play’ sebab durang lagi batah disana-I rationalize cemani pulang.
Suze, my adik (bukan nama banar) is one of those kids yang ‘sanang nampak’ I guess. Wallahualam, why these beings suka menjelmakan diri dapannya.
Well anyway, one night, we were sleeping in our mother’s room, masuk akal lah ah, rumah damit, more than one people sleep in a room. Suze anak bungsu so ia tidur tangah-tangah while my mum tidur on her left while I was on her right. For some reason, Suze tebangun tangah-tangah malam atu. And something in the corner of her eye, caught her attention.
Pintu bilik my mum, bebuka. Suze quietly looked at the door when ia sadar, yang membuka pintu ani bini-bini. Bini-bini ani, bukan our maid or our kaka yang tidur bilik sebalah… Suze was scared but could only keep still as this woman in white, with long, long black hair stood at the opened door. Bini-bini atu, senyummm arah adik ku. Ketungkalan, si Suze tapuk under the blanket, tunggu sampai bini-bini atu hilang. Maybe ia pikir it was just her imagination, jadi for a while, subuknya lagi. The woman was still smiling, her face was pale and her eyes, stuck on my adik’s face.
Helplessly, Suze pusing arah my mum. She shook my mum punya tangan but my mum inda tebangun. Cali, sebab my mum, sanang tebangun wah. Light sleeper nya orang putih. Tapi that particular night, my mum just wouldn’t bangun. So Suze turned to me.
Malu ku pulang kan membagitau ni. But when Suze turned to me, aku pakai mask masa atu (almaklum, teenager perasan) so despite this cali moment, she turned back to the door. Bini-bini atu masih jua berdiri, senyum-senyum arahnya. After what seemed forever, the girl, tutup pintu and left my adik alone…
On another occasion, it happened at our nini’s house. This was also Suze yang cerita arah ku, unlike her aku inda sanang nampak stuff (not that aku minta-minta, Nauzubillah…)
It was malam Jumaat so kami baru habis mengaji. The kids suka main-main di bilik tamu after that. Ada our cousin si Hami (bukan nama banar), ia ani gauklah when he was a younger boy. But he was older than the other kids yang belari-lari di dalam bilik tamu atu however masih pulang setaie sedikit hahaha! Why I thought he was setaie, was because unlike Suze, though Hami can ‘see’ things easily too, ia ani penagur.
So, ia panggil si Suze.
“Suze, Suze,” nya, while standing in front of the window (note, this is MALAM) I would imagine ia pingang tabir because usually they’re closed at night. Kali si Suze aga ia,
“Apa?”
Si Hami tunjuk, outside.
My nini tinggal di bukit, so ia buat retaining wall behind the house to prevent tanah runtuh. This retaining wall can be seen clearly from this part of the bilik tamu. I guess for recreational reasons, my nini made it look like a side of mountain rather than a bland wall.
“Apa tu?” nya si Hami.
On the ‘bukit’, Hami was pointing at something they could both see in the dark. That thing was sitting, almost in a squatting manner. It was a girl, with long hair and she was smiling. At their direction.
Si Suze, knowing exactly what it was, only kept quiet.
Kali kelurusan uncle kami datang, he called them to come out dari bilik tamu, takutnya bejurit kali. So our Usu got the kids out of the living room, not knowing what Hami and Suze were both talking about while they were both oddly standing near the window earlier…
Hehe. Okay sampai sini sahaja. I hope I didn’t bore anybody, and if I did, minta maaf ku banyak-banyak.
I would like to share dengan kamu, two of the many eerie experiences from my adik when she was a few years younger. But before I start, I would like to share with you something Cikgu-cikgu IRK shared with us dulu masa aku form 3 through 5. One of them said that you can only ‘see’ ghosts (or accurately dalam Islam; Djinns) if, 1. You are of the pious i.e. orang-orang alim yang diberi anugerah Tuhan the gift of sight, 2. If you have inherited the djinn i.e. Unbeknownst to you, rupanya nenek moyang kamu memelihara dahulu (jangan offended because it was practiced a lot dahulu because orang inda berapa arif pasal agama) and the other said that 3. The djinss berniat kan meliatkan diri dorang secara senghaja. Wallahualam, all in all, bear in mind, the one who is Most Knowing is Allah SWT.
In the case of my adik, she would fit in the number 3 category.
A few years ago, we lived in this housing di Lambak Kiri (wouldn’t disclose any further if you don’t mind). This place, is really old and small and rumah kami dahulu atu, very very near to a hutan and on top of that, only a stone throws away from a pantai. So dikirakan, it is more susceptible untuk djinss to go ‘out and play’ sebab durang lagi batah disana-I rationalize cemani pulang.
Suze, my adik (bukan nama banar) is one of those kids yang ‘sanang nampak’ I guess. Wallahualam, why these beings suka menjelmakan diri dapannya.
Well anyway, one night, we were sleeping in our mother’s room, masuk akal lah ah, rumah damit, more than one people sleep in a room. Suze anak bungsu so ia tidur tangah-tangah while my mum tidur on her left while I was on her right. For some reason, Suze tebangun tangah-tangah malam atu. And something in the corner of her eye, caught her attention.
Pintu bilik my mum, bebuka. Suze quietly looked at the door when ia sadar, yang membuka pintu ani bini-bini. Bini-bini ani, bukan our maid or our kaka yang tidur bilik sebalah… Suze was scared but could only keep still as this woman in white, with long, long black hair stood at the opened door. Bini-bini atu, senyummm arah adik ku. Ketungkalan, si Suze tapuk under the blanket, tunggu sampai bini-bini atu hilang. Maybe ia pikir it was just her imagination, jadi for a while, subuknya lagi. The woman was still smiling, her face was pale and her eyes, stuck on my adik’s face.
Helplessly, Suze pusing arah my mum. She shook my mum punya tangan but my mum inda tebangun. Cali, sebab my mum, sanang tebangun wah. Light sleeper nya orang putih. Tapi that particular night, my mum just wouldn’t bangun. So Suze turned to me.
Malu ku pulang kan membagitau ni. But when Suze turned to me, aku pakai mask masa atu (almaklum, teenager perasan) so despite this cali moment, she turned back to the door. Bini-bini atu masih jua berdiri, senyum-senyum arahnya. After what seemed forever, the girl, tutup pintu and left my adik alone…
On another occasion, it happened at our nini’s house. This was also Suze yang cerita arah ku, unlike her aku inda sanang nampak stuff (not that aku minta-minta, Nauzubillah…)
It was malam Jumaat so kami baru habis mengaji. The kids suka main-main di bilik tamu after that. Ada our cousin si Hami (bukan nama banar), ia ani gauklah when he was a younger boy. But he was older than the other kids yang belari-lari di dalam bilik tamu atu however masih pulang setaie sedikit hahaha! Why I thought he was setaie, was because unlike Suze, though Hami can ‘see’ things easily too, ia ani penagur.
So, ia panggil si Suze.
“Suze, Suze,” nya, while standing in front of the window (note, this is MALAM) I would imagine ia pingang tabir because usually they’re closed at night. Kali si Suze aga ia,
“Apa?”
Si Hami tunjuk, outside.
My nini tinggal di bukit, so ia buat retaining wall behind the house to prevent tanah runtuh. This retaining wall can be seen clearly from this part of the bilik tamu. I guess for recreational reasons, my nini made it look like a side of mountain rather than a bland wall.
“Apa tu?” nya si Hami.
On the ‘bukit’, Hami was pointing at something they could both see in the dark. That thing was sitting, almost in a squatting manner. It was a girl, with long hair and she was smiling. At their direction.
Si Suze, knowing exactly what it was, only kept quiet.
Kali kelurusan uncle kami datang, he called them to come out dari bilik tamu, takutnya bejurit kali. So our Usu got the kids out of the living room, not knowing what Hami and Suze were both talking about while they were both oddly standing near the window earlier…
Hehe. Okay sampai sini sahaja. I hope I didn’t bore anybody, and if I did, minta maaf ku banyak-banyak.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Rumah Sewa - Zeezohan
Cerita ani lama sudah inda pulang seram bnr. Our family had to moved to a rented bungalow for a while. I think we're the only muslim fam...
-
Cerita ani lama sudah inda pulang seram bnr. Our family had to moved to a rented bungalow for a while. I think we're the only muslim fam...
-
Location: UBD Story-reteller's note: I try my best to keep the stories as original as from how I have heard them. But if you have any ot...