Friday, 6 August 2010

Where's your head? BY Brunei Girl

I had mentioned once how oblivious I can be as a human being.

Well, a couple of years ago something happened from one of our family outings. Biasanya, kami bertolak dari rumah akhir so naturally balik pun akhir. I was sitting di belakang, minding my own business while looking outside the window. It was at bandar and I think this was before ada mall kali. So balik dari wherever the restaurant was, kami lintasi this building. Quite prominent so I won't say the name. But basically, at night, the spotlights are on arah tamannya.

Kelurusan that I was just looking at that side of the car that I caught something. In the taman, aku nampak a man walking around there. Ia melangkah one of the spotlights so of course I could see him clearly. What was most interesting about this man was that ia nada kepala...
Another time, in the same year,

I was coming home from skulah ugama. This is in the Lambak area. It was only me yang kana ambil masa atu so it was quiet and I had nothing to look at but the road ahead of me. I was looking at cars passing by when one car made me turn around. It was weird sebab aku dapat liat badannya saja. I remember thinking, "kenapa ia drive macam atu?" sebab at first I thought, ia limpangkan kepalanya berabis ke belakang that I couldn't see his head. And I innocently thought, "Dangerous tu eh..."

Of course sudah ku berakal sikit I realised that, that man nada kepala jua.

Assalamualaikum =)

jalan lama, lubok pulau. BY MP

this is my aunty punya kisah. It happens 2-3 days past kali. Inda ia ingat lah jua. Ceritanya cemani....

Time atu ada urang meninggal wah di kg manakahtu. Kali, my aunty ani datang time patang kerumah atu. Urang dusun pulang tu. So, dalam pukul 9 lalu tu, aunty ku ani kan blik lah, then ia masuk krita bla bla bla jalan lah ah. Then, ia ne kan ke kadai lah, kan membali minuman. So, ia lalu tempat jalan lama lah supaya inda sasak lah kirakan. Kan dakat kubur atu ada bandul, 3 or 2 kali bandulnya, inda ku pasti lah berapa. Jadi, antiku ani, pelahan lah ah, pasal ada bandul. Kan badul atu ngam ngam kawasan kubur, and guess what? Aunty ku ani melangui, meliat arah ceramin anu atas driver ah. Anu di tangah tangah diantara driver and front sit ah. Kali, anti ku nampak macam banyak urang melintas blakang keritanya. Inda pulang warna puteh, tapi, cahaya kereta yang memancar ani teputus putus wah. Like, cuba kamu ambil torch light then kamu jalan dapan lampung atu, teputuskan pancaran lampu atu kan? Then aunty ku ani teruskan jalan lah, then ia tekajut after ia liat dapan keritanya banyak berabisan bayangan atu. Inda putus2 lagi tu. Padahal aunty ku pakai highlight dah tu. Then aunty ku laju racenya keretanya sampai ke highway. Then bru tah ia pelahan blik.

So yeah.

That's not my brother sleeping next to me. BY Brunei Girl

Hi :)

I was asking Suze about her other 'experiences' the other night when she reminded me of one of my own. It was from when we were living in the house before the one we live in now.

It was an army housing, similar to the one where Suze first saw the smiling ponti. And our big brother was unwell at the time so we all congregated to our eldest sister's room. So kami ramai2 tidur in her room, looking after our abang. Despite being young masa atu, kami semua dengani my mum kelinga my brother so we were all tired.

Then, one night...

Aku tidur siring abangku kan tu, on the floor. Ngalih banar-banar ku, sampai tidur pun inda nyaman. Tapi sebab ingau kan abang kami, I was in and out. Tebangun2 saja. Then, at one point, aku ani buka mata kan... Yang lainnya, I realise someone was lying next to me. And I knew it wasn't my abang. Weird ni kan ku describe. Basically, 'she' was on my abang? As if he was a tilam. Cali lagi tu caranya melimpang. Ia support badannya by her elbows and of course, ia nada kaki.

Of course aku inda nampak muanya. It was dark but dari the light from the hallway, I knew it was a girl by her long hair and slender body.

But aku terlalu ngalih. Banar-banar ku ngalih that I couldn't be bothered. I just said to myself; Look, I'm too tired. I'm just too tired. And I fell back asleep...

That's basically the story-lah.

I'll share one from Suze :)

There was a time in this house we currently live in, kami suka tidur in our kaka's room downstairs. We're just close that way. Then one time, I didn't join them and slept in my room. So it was only kaka and Suze. Naturally since it wasn't a surrounding she was used to, Suze didn't really sleep well.

Now, ada ceramin basar siring katil kaka ku masa atu and Suze slept on that side. Ertinya, Suze dapat meliat reflection arah my kaka's side of the bed kan tu? Exactly.

She woke up one time. And what did she see?

Bini-bini berdiri menghadap kaka ku, menantang kaka ku tidur.

Yes, I feel sorry for Suze too, having her sleep disturbed this way more than once.

Solution si Suze in this event was of course, pura-pura tidur.

I'll share some more lagi nanti :)

Assalamualaikum!

sister's stories. BY Shark5

haiiiii guys. soooooo, i want to share some random cerita antu's with you... haha.

[story 1]


this story happened arah my sister pulang ni, pasal ia ni kira mudah nampak lahhhh. kan malam atu ahir lah around 12 lalu, baru kami balik dari kb. kami tinggal arah around brunei muara lahh. thennn, we lintas this bangunan or kadai yang baru setengah siap.. ada pokok lah infront of the kadai, then she saw ada bini-bini with really long hairrrrr, melambai arah our car.. she can see the 'bini-bini' atu punya muka. mukanya berijaplah of course with a smile yang bagi kambang bulu dan kembang urat saraf, haha. time atu tah adikku becakap subahanallahhh!! tarus di pasangnya radio mengaji.. menakan radio pun inda betantuan ani wahh.. and aku yang duduk sebelahnya, walaupun inda nampak benda atu pun panik, muka adikku ani bah berijapp. negative udah pikiranku pasal adikku. fuhh, mujur nda papa adikku ah. sudah di rumah, ia gtau.. katanya the bini-bini melambai and after kami lintas the bini-bini mcm membubut, sudah tu hilangg cematu saja.......


[story 2]


okkkkk, this storyy sama jua pasal adikku. ani masa ia tidur arah rumah kawannya.. masa malam jumaat tu if inda salah... then she and her friend was becerrita-cerita lahhhhhhhh.. sambil meliat cerita hantu, when my adik suddenly gugur dari katil (hahahahahahahaha, kejahatan lol) ia kan time atu duduk atas katil lah, while her friend melimpang. tarus is kesakitan bah, pikirnya kawannya ani menulak. tapi kawannya jua melimpang, inda jjua ia dapat menulak tu. oooohh andddd adikku cakap ia terasa mcm tangan, which is big menulak, adikku ani lagi skinny. then ia eksen saja cakap arah kawannya yang ia mengantuk, and tetunggang, ia inda mau kawannya takut. then durang tidur lahhh. esok pagi she saw a bangkak on her batis, purple baaaahhh.



ok, abis tia. hahahahaha.

Tuesday, 20 July 2010

Mind her silence O_O BY Brunei Girl

Hi again :D

I would like to share one of Suze's stories as I promised from the last post. Hehe.

There was a time when bapa kami suka bawa kami makan diluar, at least once a week mesti ada. And that one night, not particularly different from malam-malam yang lain, something happened. Since kami sudah basar2, my dad pakai kereta van kan, so Suze and I duduk di belakang sekali. Kira beredar-edar nya orang brunei, sama brothers kami; which pair duduk arah those seats.

Almaklum, despite orang tua2 melarang beibun dalam kereta, Suze and I did just that. Beibun2 dari the restaurant. Then, that night, my dad drove arah this one jalan yang tambus dari bandar and it is quite sunyi and ia melintas one government building ani yang kalau ku sabut orang tau hence inda mau pakai that jalan again. So I refrain from disclosing the place. Di subok kali =_= I'm not sure, I'm useless with directions anyway.

Why I particularly remember about this jalan was that, my dad inda pernah pakai this jalan during our other outings. Anddd... it was also at that jalan, si Suze tiba-tiba diam. When it comes to my adik ani, if ia bad mood, I quickly pester her with questions. As I did that night...

"Kenapa ni Suze?" *poking her arm*

"Nada...nada" nya, with a frown, looking out through her side of the window.

"Astaaahhh... what's wrong???" *mua memajal*

She clicked her tongue impatiently at me, "Nada wahhhh... sakit kepala Suzeee" (we don't use kau and aku di rumah.)

So I let it go but began asking again masa di rumah. She wouldn't budge and aku give up saja.

It was only later (like a few years after that) =_= she revealed to me what happened.

Kan ia bagas beibun sama aku tu, looking at my direction. So naturally, ia terlihat kereta di belakang kan tuu. That car, was driving very close to ours. Membuntut-buntuti nya orang ketani. Sampai at one point, our dad macam,

"Mengaapaa ia kereta di belakang aniii"

Maybe because of the car's head lights, si Suze inda nampak the driver awal-awal. But sudah di liat-liatnya... driver seat kereta atu, kosong.

And not surprising enough, sudah masuk highway where the street lights ada... the car was gone.

ps. Kalau kan pakai jalan-jalan sunyi like the one above, bisai-bisai saja.

Assalamualaikum :)

malam jumaat malam keringat. BY ALove

hello,
its me, again.
Ani my second cerita, and it happens last last week, time malam jumaat.

Biasa, malam jumaat ni malam ngechill. Kali, aku ani duduk duduk dapan tv, meliat cerita hantu.
Then, masa pukul11 lalu my dad cakap, 'inda kau tidur? Kana kacau baru tau' lapastu ia ketawa.
Then aku cakap, 'hahaha. Inda cali tu bah'
kali my dad masuk ke bilik. My siblings semua sudah tidur, so do my mom.
So, aku sambung lah liat tv. Then, suddenly aku dangar macam bunyi urang bejalan wah. Salnya aku duduk dakat, like berabisly dakatnya dengan tabuk. Tapi, nasib jua betabir.
Aku ni bangang, nyangku 'eh? Kata babah ia kan dodoi. Penipu eh!'
so, aku inda duli lah ah.
Then, bunyi macam urang mengirit basi. Kamu tau bunyinya kalau kamu mengirit cangkul pat simin? Cematulah bunyinya.
Then aku tediam and aku tarus masuk bilik and tidur buka lampung.
But, aku macam kurang pasti so aku tanya babah, ia ada keluar or inda masa malam, and ia dengan tegas mengatakan INDA.

well,
ill try my best lagi mengupdate.

My mistery tragedy BY ALove

hye, Im trying to tell yah bout what Ive experience masa di school. I cant remember the date, but for sure its in this year.
Cemani ceritanya, time atu aku sama kawanku ani ke jamban time period geography. Dalam empat orang lah kami tu. Kira kira pukul 11.30 pagi catulah. Aku ne masuk jamban juniour block kan, kali aku ne cakap cani arah kawanku 'M, dangani aku eh, karang me takut' kali kawanku ani ketawa. So, aku masuk column yang ujung pasal aingnya paling kuat lah kirakan. Kan selalu pintu ne begarak time kana tiup angin. Kali pintu sebalah ne mcm kana tulak, then mcm tutup blik. Then time pintu atu tutup, bunyinya mcm memulas mulas, biasalah namanya jua mengunci pintukan. aku ne urangnya pemalu sikit. So,aku ne bebisik lah, 'eh, ada urang. Better aku lelaju eh!'
and aku TEKAJUT BERABIS AFTER AKU LIAT THERE'S N0 ONE ELSE IN THE ROOM OTHER THAN ME.
Aku kabak kabak, so aku keluarlah. Bukan pulang ku takut , aku kan tanya kawanku wah, manatau ada urang lelaju keluar dari sana. Then durang ckp 'manada urang. Ngapa?' then aku tekajut so aku just diam. My leg and hand was KEKAJAR BERABISAAAAAN!

Nanti ku sambung cerita ku yang lain ah.

Wednesday, 14 July 2010

Jangan layan saja :) BY Brunei Girl

Hello again :)

So, just a short story from my experience.

Since the first night I’ve stayed at the University flat, I always had this thing about waking up at 2 or 3 am in the morning before forcing myself back to sleep. It was frequent in the beginning but seldom occurred when I started to get used to the surroundings.

And in these ‘awakenings’ I would always hear my flatmate si H, bangun masih di bilik sebalah. And it was true, sometimes she’d come back from her work apa at late hours.

A few months passed and the winter holidays came. My flatmates all left the flat and I was the only one in. I wasn’t phased by this, not really. Entah I guess I must be one of the most oblivious people in the world haha. Why? Well, I cleaned up the place a bit since I was the last one to go. And since my flight was early, I had to leave the flat at 4am so I decided to pull an all-nighter. So, I took out the trash (at 1 am) and turun ke bawah. This was when I realised as I was at the top floor, everybody in the building had already ‘balik kampung’ and I was the only one in the building.

To pass the time, I returned to my room sebab ku pikir alang2 liat a movie. I was moving the chair when I heard this familiar voice. Imagine kamu, duduk and someone passed by and whispered something at your direction. Cematu. Why it was familiar, sebab pernah a few months earlier, the same thing happened. My alarm belum go off but I was awake. Before aku buka mata, ada orang bebisik in my face hence why I was wide awake after that. And honestly aku cakap, aku inda give it much thought masa atu. I just thought it was weird.

Kali, in the middle of watching the movie, I heard arah bilik si H. Ada orang buka tutup switch. And at that time, I just thought, ‘Huh, rupanya selama ani bukan si H’. Yes, aku banar-banar inda ‘click’ nya orang.

But nothing else happened. Nya my teacher, kalau kamu kana kacau hantu, jangan takut. Sebab mun ia kacau-kacau kamu and kamu macam nada saja, ia pun buring kan kamu and would just go away. I guess mun ku bawa-bawa rasa atu, something might have happened. Inda pulang ku minta. :|

Anyway, that’s my boring story.

Banyak cerita from Suze though but nanti saja I share.

I’ll share a short one from my auntie saja.

She lives in Lambak Kanan and this neighborhood she lives in was an actual hutan dulu.

Kali, one night, ia ani tiba-tiba ada rasa kan membuang sampah. Tangah malam ah ia kan buang sampah. Kali my other auntie cakap,

“Jangantah Jah, esuk saja”

But my auntie ani memajal jua.

So out she went, mendulur the weird OCD impulse tangah-tangah malammm. So ia jalan to the bin when ia sadar someone else was with her that night. Dakat tampat sampah atu ada bunga-bunga. Ada tia ‘orang’ ani meliat-liat the flowers ani. Yang lainnya, nya my auntie ia macam iski meliat bunga ah.

My auntie macam, “Eh behapa…” den di liat-liatnya, sadar ia bukan manusia. Jadi laju-laju ya masuk rumah balik.

Lesson here, lainkali, mun ada impulse yang inda-inda tangah malam, jangan layan.

Assalamualaikum.

Tuesday, 13 July 2010

pengalaman di sekolah. BY shark5

1)bukan aku.

hai assalamualaikum. aku kan ceritakan kamu pasal gimbaran. lurus kah gimbaran kita panggil. im not sure jua. so, ceritanya cemani..

masatu hari khamis pagi, aku baru datang kelas, keakhiran ku hari atu, urang sudah abis assembly di luar kelas. then aku terserempak dgn bestfriendku, ia kan ke tandas, tarus ia tekajut, di tariknya aku.
"sha, baru kau datang kah?"
"awu kenapa?"
"yaan? kau dalam kelas jua tadi sama si baz!"
"apaeh, manada! inda kau liat aku masih pakai beg nee"

ia mcm tekajut lah, then ia masuk ke kelas ceritakan kenapa ia tekajut. katanya, masa pagi-pagi ia baru datang, ia nampak aku duduk tapi tunduk, inda nampak mukaku. ia pikir aku menangis/bad mood, so ia inda mau kacau, ia tinggalkan aku lah seorang di kelas. atu saja.. haha

2)pikirku nada orang?

okay, ini kisah kawanku yang belabih :p durang 2 ani sengaja kan 'stayback' di sekolah time patang. melepak di sekolah lah katakan. then time atu lagi sunyi, mcm nada beorang. durang ani masuk jamban lah kan ngusai tudung apa. then kalau menghadap this ceramin, nampak pintu jamban tangah2. jambannya 3 butings saja. then ia mcm nampak dari ceramin atu, mcm ada urang membuka kain (yknow kan pintu jamban, inda full sampai kebawah) tapi kain atu warna putih wah, kain sekolah kami lain kali ah. then ia ckp arah kawanku seorang ani, 'jir, ada urang lagi kah dijamban ani selain kita?' si jir geleng kepala saja. disebabkan ketidak puasan hati kawanku seorang ani, ia pun perlahan2 menolak pintu jamban yang ia nampak atu. then yknow what.. nada orang wah! kosong.. atu ya durang dua belusiran terais2 keluar. hahaha

night and home alone. BY shark5

okay this story is pasal my kawan. masa atu tuesday night lah. she was with her mom saja at the house, around 11pm lah. she was at the dapur, makan with her mom, then ia ani lambat siap makan lah, her mom naik atas sudah. then kerusi sebelahnya yang bakas mamanya duduk, kana tarik keluar and gugur kelantai. ia tekajut lah.. then the sliding window, yang dibawah sink atu terbuka sendiri. tarus ia lari keatas..

yang kedua kalinya, masa hari khamis malam. this time she was homealone. around 10 lah, her parents went oversea, kaka and abangnya kerja..then she was in the livingroom when she heard pinggan mangkuk mcm kana umban-umban..memanglah ia terkajut time atu, ia tarus call her sis suruh balik capat. around 30minutes kali, she heard the bell rang. ia pikir her sis sudah balik, sudah dibuka nya pintu, nada orang bah kelihatan. tapi ia rasa mcm ada orang memerhatikan ia dari jendela rumah yang masih under construction terletak didepan rumahnya. kembang bulu lah katanya, bnyak lagi kelawar tu rumah ah katanya.

granny's house [part 5] BY shark5

still tempat sama. rumah nini. okay, this story happened masa 2000, if inda salah.
one night, or one subuh, kan my aunt and uncle ani pengantin baru lah, kami balah laki. apakan. so my aunt ani kira baru lah di rumah atu..... then dalam kul 2 cematu, she wanted to go to the toilet, located hampir dapur and tangga untuk naik tingkat atas. and when she keluar from tandas, ia bediri kajap dapan pintu melap kaki lah cematu, she turned to her left... and she saw... perempuan berambut panjang dan kusut..mukanya mengerikan, menantang sambil tersenyum meliat aunt ku ani. aunt ku ani kaku tarus wah, inda dapat begarak. tapi nasib jua aunt ku ani bukan penakut berabis (mcm aku) tarus ia baca-baca, dapat tia ia begarak. laju tarus ia bjalan, takut kana bubut. then tarus ya ke biliknya, masuk bilik pun kan roboh pintu (menurut uncleku) hahah. itu saja, thanks fo reading

Rumah Sewa - Zeezohan

Cerita ani lama sudah inda pulang seram bnr. Our family had to moved to a rented bungalow for a while. I think we're the only muslim fam...